Snow WhitE

Minggu, 05 Februari 2012

Naskah Drama “PUTRI JAGAD"



BABAK 1
RAJA BUMI MANGKU LANGIT BERSAMA PERMAISURI SEMILIKITHI WELEH-WELEH BERJALAN MEMASUKI RUANG ISTANA DENGAN BERGANDENGAN TANGAN. TAPI PERMAISURI AGAK SEBEL DENGAN RAJA. DIA TAMPAK CEMBERUT. DENGAN SEGALA CARA RAJA MENCOBA MERAYU UNTUK MEMBUATNYA SENYUM KEMBALI.

ADEGAN 1
  1. Raja Bumi mangku Langit :”(MASIH TERUS MERAYU PERMAISURI) Oh permaisuriku, pujaan hatiku, belahan jiwaku, kenapa engkau cemberut seperti itu, tersenyumlah cantik, aku tidak tahan melihat bibirmu semakin hari semakin memble”.
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Biarin biar memble tapi kece, buktinya Kanda mau
Sama Dinda!!!”
  1. Raja Bumi mangku Langit : ”Siang hari muter- muter
Naik  motor sekuter
Permaisuriku yang bunder
Membuat hatiku tambah ser…ser…ser”
  1. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Uuh…sayakan kurus dan langsing Baginda Raja (SAMBIL MEMANDANGI TUBUHNYA)”.
  2. Raja Bumi mangku Langit :”Oh iya Dinda, kamukan Kutilang.
Kurus tinggi tapi langsing”.
  1. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Ah…Baginda raja bisa saja, jadi ge’er nich, gombal…gombal…gombal…!!! ( SAMBIL TERSIPU MALU)”
  2. Raja Bumi mangku Langit :”Hah gitu donk Permaisuriku, smile… kalau gitukan tambah ayu, semua bidadari mah lewat (MENYENGGOL PUNDAK PERMAISURI)”.
  3. Raja Bumi mangku Langit : (DUDUK DI KURSI SINGGASANA) “Ngomong-ngomong saya kok jadi kangen ya sama putra kita Pangeran Guanteng Sadonyane Dewe. Sejak putra kita menikah dengan Putri Ayu Sajagade Dewe, gadis desa yang sangat santun dan halus budinya. Dia menjadi sibuk dan jarang sekali menemui kita”
  4. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh : “Iya kanda, dinda juga kangen sama mereka, kangen Bangeeet !!!”
ADEGAN 2
PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE DATANG BERSAMA PUTRI AYU SAJAGADE DEWE SERTA DIIKUTI OLEH DUA DAYANG ISTANA YAITU DAYANG RAYU TUR KEMAYU DAN DAYANG KECE TUR MEMBLE.

  1. Pengawal Jasim :”Pangeran dan Putri tiba” (Gaya Sinchan Pangeran Bertopeng)
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe & Putri Ayu Sajagade Dewe :”Hormat kami Ayahanda, hormat kami Ibunda” (MEMBUNGKUKAN BADAN SAMBIL MENELUNGKUPKAN KEDUA TANGAN)
  3. Raja Bumi mangku Langit               :”Duduklah Putra- Putriku.
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Terima kasih Ayah”
  5. Raja Bumi mangku Langit               :” Kalian panjang umur, baru saja ayah dan ibundamu mambicarakan tentang kalian. Hingga kalian datang menemui ayah dan bunda. Bagaimana liburan kalian? Apakah kalian merasa senang?”
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe : ”Kami sangat senang Ayah, kota paris sangat indah.”.
  7. Raja Bumi mangku Langit : ”Syukurlah kalau putri senang, kau harus selalu bahagia putriku”.
  8. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Bereslah Ayah, Hamba akan membuat Putri selalu bahagia dan nyaman tinggal di istana”.
  9. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Kanda! Nampaknya kanda sudah sangat lelah. Sebaiknya kita istirahat dulu aja yach…!!!’
  10. Raja Bumi mangku Langit : (MENGANGGUK-ANGGUKAN KEPALA)
  11. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe : “Kami juga mohon pamit bunda” (DUDUK SAMBIL MENELUNGKUPKAN KEDUA TANGAN)

(RAJA DAN PERMAISURI MENINGGALKAN RUANGAN UNTUK BER ISTIRAHAT DIIKUTI DENGAN PANGERAN DAN PUTRI)

ADEGAN 3
SETELAH RAJA, PERMAISURI, PANGERAN DAN JUGA PUTRI PERGI MENINGGALKAN RUANGAN, DAYANG RAYU TUR KEMAYU MULAI BERAKSI DAN BERGAYA-GAYA LAYAKNYA SEORANG PUTRI RAJA.
  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”(DUDUK DI SINGGASANA RAJA SAMBIL MEMBAWA KIPAS) Ehmmmm…enaknya jadi Putri…!!!”
  2. Dayang Kece Tur Memble :”Eh Kemayu berani sekali kamu duduk di Singgasana itu! Itu tempat Raja dan Permaisuri tau!!!”.
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Itu bukan urusan kamu, suka- suka ku donk!!!”
  4. Dayang Kece Tur Memble :”Memang bukan urusanku Kemayu, tapi kita sama- sama Dayang. So, wajar donk kalau aku ngingetin kamu. Jangan duduk di situ jika kau masih ingin mengabdi disini! ayo cepat berdiri sebelum ketahaun Baginda Raja dan Permaisuri”.
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Huh…malas ah ngedengerin omongan yang gak penting!”
  6. Dayang Kece Tur Memble :”Sudah…Sudah….Ya Sudahlah…???Oh iya aku mau ngajakin kamu  jalan- jalan, bagaimana kalau kita keliling istana?”
  7. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dengan kamu! Dayang kece!”
  8. Dayang Kece Tur Memble :”Ya iyalah, masa ya iya donk buah aza Kedondong…hemmm!!!”
  9. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hemmm… stroberi apel- apel sory gak level!!!”
  10. Dayang Kece Tur Memble :”Ya sudah kalau kamu gak ikut, aku pergi sendiri aja, Hemmm”.
  11. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ih cepat Pergi, Cepat…cepat…!!!
Ih dasar DKM, Dayang Kece Memble… huh!”
DAYANG RAYU TUR KEMAYU MULAI MENAMPAKKAN KEKESALANNYA PADA SEMUA ORANG DAN MENGUMPAT KESANA KEMARI. DIA IRI MELIHAT KEBAHAGIAAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE. DIA INGIN MENGGANTIKAN KEDUDUKAN PUTRI KERAJAAN DAN MENDAMPINGI PANGERAN YANG MEMIMPIN ISTANA.
  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dasar wanita tak tau malu, datang- datang langsung nglunjak, memangnya siapa dia…dibandingkan dengan aku, aku jauh lebih terhormat. Dia itu sok manis,sok alim,..cuuh…melihat dia mau muntah saja (DUDUK DI SINGGASANA RAJA)
Padahal sudah lama aku menginginkan posisi putri raja dan sudah terlalu lama aku mengabdi di Kerajaan Sendang Agung tentrem Adhem Ayem ini, tapi apa balasan untukku, apa!!! Sejak dulu sampai sekarang dia tidak pernah melihatku apalagi menempatkan aku di posisi yang lebih tinggi. Bagaimanapun caranya aku harus bisa merebut posisi putri raja dari tangan Putri sok cantik itu. Aku akan menggunakan segala cara untuk menyingkirkannya. Ha….ha….ha….hahaha!”
ADEGAN 4
NINI SIHIR ENDELWATI MUNCUL MENGHAMPIRI DAYANG RAYU TUR KEMAYU YANG SEDANG SIBUK DENGAN UMPATANNYA ITU  DENGAN SUARANYA YANG MENGERIKAN.
  1. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hi…hi…Wahai manusia berhati dengki, sebesar itukan keinginanmu untuk menduduki posisi Putri Raja, Aku bisa mewujudkan keinginanmu!”.
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hey…Siapa kamu? Tunjukkan wajahmu! Tunjukkan wujud aslimu! (BINGUNG MENCARI DARI MANA ASAL SUARA ITU)
Ayo nampakkan dirimu! Siapa kamu! Hey… (MEMBALIKKAN BADAN DAN TERKEJUT MELIHAT WUJUD  NINI SIHIR ENDELWATI )
Benarkah yang kau katakan tadi? Apakah kau bisa mengubah aku menjadi  putri di Kerajaan ini?”
  1. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hi…hi…hihihi…..itu sih urusan gampang….tapi….!!!”
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Tapi apa?”
  3. Nini Sihir Endelwati :”Ada syaratnya…hi…hihihi…hihihihi!”
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa syaratnya Nini?”
  5. Nini Sihir Endelwati:”Kau harus berbagi kesenanganmu denganku, apa kamu mau?. Hi…hihihihi…hihihih”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Baiklah aku akan berbagi kesenangan denganmu, tapi apa yang hendak kau lakukan denganku?”
  7. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hihihi….hihihihi…aku akan mengubah wajahmu menjadi wajah seorang putri ayu.”
  8. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa? Tidak!!! Aku tidak mau wajahku dirubah menjadi putri yang sok alim itu! Ih…amit- amit….”
  9. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hihihih…apa kau tak mau menjadi seorang Putri Raja menggantikan Putri yang sok cantik itu? Apa kau tak mau mendampingi Pangeran dan duduk bersanding dengannya selamanya? Apa kau tak mau itu? Hi…hihihih…hi…hihihihi”
  10. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hmmm…mau sih…tapi apa tidak ada cara lain agar aku bisa menjadi putri raja?”
  11. Nini Sihir Endelwati :”Hihihi…kau sudah kuberi tawaran, jadi…terserah kau mau atau tidak!!!
(MEMBALIKKAN BADAN DAN INGIN PERGI MENINGGALKAN DAYANG RAYU TUR KEMAYU) hihihih…”
  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Eh…tunggu nenek sihir. Kalau memang itu jalan satu-satunya, baiklah aku setuju, akan kuturuti maumu”.
  2. Nini Sihir Endelwati :”Hihihihi…Nah gitu donk gadis cantik, kau memang gadis yang licik.
Hihihi…aku akan merubah wajahmu, tapi ingat jangan sekali- kali kau tampakkan wajahmu dicermin, jika itu kau lakukan wajah aslimu yang akan tampak dicermin, dan semua kelicikanmu akan terbongkar, ingat itu…hi…hihihi…”
  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”okelah kalau begitu”.
  2. Nini Sihir Endelwati :”Bersiaplah kau gadis licik, aku akan merubah wajahmu. Tolong di bantu
Ya 1 2 3…Bim salabim jadi apa prok prok prok (MENGELUARKAN MANTRA DAN MERUBAH WAJAH DAYANG RAYU TUR KEMAYU MENJADI WAJAH PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”
  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ha…hahaha…hahaha…akhirnya aku bisa menjadi peri, eh kok peri maksud aku Putri. Ha….hahaha…ahahah…”( Menari di iringi lagu Putri Sejagad )
  2. Nini Sihir Endelwati :”Ingatlah dengan janjimu gadis licik, hihihi… hihihi… (PERGI MENGHILANG BEGITU SAJA)”
ADEGAN 5
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SETELAH NINI SIHIR ENDELWATI PERGI, DATANGLAH PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN WAJAH YANG CEMAS DAN KETAKUTAN.
  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ah ada orang datang, sebaiknya aku sembunyi saja dulu (CARI TEMPAT UNTUK SEMBUNYI)”
  2. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(MEMASUKI RUANGAN) Dimana ya Pangeran berada? Apa ada
yang tahu? Dari tadi aku sudah mencarinya kemana- mana tapi tidak ada, di kamar, di ruang kerja, di taman, di sinipun, aduh dimana ya pangeranku, aku ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting (MONDAR-MANDIR KEBINGUNGAN MENCARI PANGERAN)
TIBA- TIBA DARI ARAH BELAKANG DAYANG RAYU TUR KEMAYU DATANG DENGAN MEMBAWA SEHELAI KAIN YANG TELAH IA BERI OBAT BIUS. DIAPUN MENDEKAP PUTRI DAN MEMBIUSNYA.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kena kau Putri sok cantik (MENDEKAP DAN MEMBIUS PUTRI SAMPAI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE PINGSAN) akhirnya aku bisa menggantikan posisimu”.
  2. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(PINGSAN)”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu:”(MEMBAWA PUTRI  PERGI JAUH DARI ISTANA)”
DAYANG RAYU BERHASIL MENYINGKIRKAN PUTRI DAN MENGGANTIKAN KEDUDUKAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE SEBAGAI PUTRI KERAJAAN. DIA MENGGUNAKAN KEDUDUKANNYA ITU DENGAN SEMENA-MENA. DI BUAT KEKACAUAN DISANA-SINI TANPA SEPENGETAHUAN PANGERAN. DIA TANGGALKAN SEMUA ATURAN ISTANA DAN DIA BUAT ATURAN-ATURAN BARU. DI GUNAKAN UANG KERAJAAN UNTUK KESENANGANNYA BERSAMA DENGAN NINI SIHIR ENDELWATI.

ADEGAN 6
PANGERAN MULAI MERASAKAN KEGANJALAN DENGAN KEJADIAN-KEJADIAN ANEH BEBERAPA AKHIR-AKHIR INI. DIA RESAH DENGAN KONDISI KERAJAAN YANG SEMAKIN KACAU DAN KONDISI KEUANGAN KERAJAAN YANG SEMAKIN MEMBURUK.

  1. Sekertaris Kerajaan :( BERJALAN MENGHAMPIRI PANGERAN SAMBIL MEMBAWA BERKAS LAPORAN KEUANGAN YANG TELAH DIREKAPNYA)
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa yang sedang kamu bawa itu, wahai sekertarisku?”
  3. Sekertaris Kerajaan :”ini adalah berkas rekapan keuangan kerajaan kita saat ini pangeranku (SAMBIL KETAKUTAN SEKERTARIS MEMBERIKAN BERKAS LAPORAN KEUNAGAN YANG TELAH DI REKAP)
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane dewe :( MEMEGANG KEPALA DAN MENGELENG- GELENGKANNYA)
  5. Sekertaris Kerajaan :”Ma’af pangeran itu semua terjadi karena ulah dari istri Pangeran sendiri
yaitu Tuan Putri Ayu Sajagade Dewe”.
  1. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Lancang sekali kau berkata seperti itu! Apa kamu ingin mati, menuduh istriku yang paling aku cintai!!!”
  2. Sekertaris Kerajaan :”Hamba mohon ampun pangeran, tapi itulah kenyataan yang sebenarnya.
Putri terlalu banyak menghambur- hamburkan uang Kerajaan untuk kegiatan yang tidak jelas. Tuan Putri juga merubah semua aturan- aturan yang sudah ditetapkan di kerajaan ini Pangeran’.
  1. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar yang kau katakan itu wahai Sekertaris Kerajaan? Apa sejauh itu yang sudah Putri lakukan untuk Kerajaan ini?”
  2. Sekertaris Kerajaan :”Sekali lagi hamba mohon ampun Pangeran, sebenarnya hamba tidak ingin menyampaikan ini tapi keadaan sudah benar-benar gawat jadi hamba tidak bisa menutupinya terlalu lama lagi pangeran”.
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Sungguh keterlaluan. Pengawal!!!”
  4. Pengawal        Jasim       :”Dalem…Hamba, menghadap Pangeran”.
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Cepat panggil Putri kemari!”.
  6. Pengawal        Jasim       :”Siap, segera Pangeran”.
ADEGAN 7
PENGAWAL MEMINTA PUTRI AYU SAJAGADE DEWE UNTUK MENEMUI PANGERAN SEGERA

  1. Pengawal        :”Putri Ayu Sajagade Dewe tiba”.
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kanda memanggil saya”
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Ya, duduklah dulu Dinda”
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Nampaknya Kanda sangat cemas, ada masalah apa Kanda?”
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Cobalah kau lihat ini Dinda!”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Inikan laporan keuangan Kerajaan? Ada apa dengan laporan keuangan ini Kanda?”
  7. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Coba Dinda lihat dengan teliti laporan itu, di situ menunjukkan kalau keuangan kita semakin menurun”.
  8. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ya, lalu apa hubungannya dengan saya Kanda?”
  9. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar Dinda yang telah menggunakan uang kerajaan untuk semua kebutuhan pribadi dinda? Benarkah uang itu untuk kesenangan Dinda semata?”
  10. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa maksud Kanda? Apa Kanda menuduh Dinda yang menggunakan semua uang itu? Teganya dirimu teganya…teganya….teganya pada diriku. Jadi Kanda percaya dengan semua fitnah itu?” (MENCOBA MERAYU DAN MEMBUJUK PANGERAN AGAR MAU MEMPERCAYAINYA) Mana mungkin saya melakukan itu Kanda. Bagaimanapun juga saya Putri Kerajaan. Jadi, mana mungkin Dinda malakukan hal-hal yang merugikan Kerajaan, tak mungkin itu Kanda, tak mungkin la yau…”  (SAMBIL MENGELUS PUNDAK PANGERAN)
  11. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar yang kau katakan itu Dinda?”
  12. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ya iyalah Kanda, masak dinda bo’ong…!”
ADEGAN 8
PUTRI AYU SAJAGADE DEWE JELMAAN DARI DAYANG RAYU TUR KEMAYU TERUS MENERUS MENYAKINKAN PANGERAN BAHWA DIA HANYA DIFITNAH DAN BUKAN DIA YANG TELAH MENGHAMBUR-HAMBURKAN UANG KERAJAAN. DISAMPING ITU SAAT PUTRI SEDANG ASYIK MERAYU DAN MEYAKINKAN HATI PANGERAN, PENGAWAL JASIM MENGHADAP DENGAN TERGOPOH-GOPOH.

  1. Pengawal Jasim               :”(DATANG TERGOPOH-GOPOH) Hamba….Hamba menghadap Tuanku Pangeran”.
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Ada apa denganmu pengawal? Kenapa kau tampak ketakutan?”
  3. Pengawal        Jasim :”Mohon ampun Pangeran, hamba melihat orang yang mirip Tuan Putri ingin
menerobos masuk ke dalam istana”.
  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apaaa…!!! orang yang mirip dengan aku, wah gawat….(    CEMAS DAN KETAKUTAN)”
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Gawat kenapa Dinda?”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ah…tidak ada apa-apa kok kanda, tidak apa-apa…(MENGGENGGAM KEDUA TANGANNYA)”
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Tapi kenapa kau tampak cemas Dinda? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Tidak ada Kanda, benar tidak ada!”.
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(MENEROBOS MASUK) Kanda…Kanda…Kanda (MENATAP
WAJAH PANGERAN) Kanda ini saya…apa Kanda tidak mengenali saya?”
  1. P. Ganteng Sadonyane Dewe & D. Rayu Tur Kemayu :”(TERKEJUT)”
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Putri Ayu Sajagade Dewe… kenapa mirip sekali? (TERNGANGA) Sangat mirip!”.
  3. Putri Ayu Sajagade Dewe                :”Kanda ini saya, istrimu kanda”.
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Heh…siapa kamu! Berani- beraninya kamu memanggil suamiku dengan sebutan kanda seperti itu. Kau harus kuberi pelajaran. (MEMEGANG PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DAN MENARIKNYA)”
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Tunggu Dinda, jangan…”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kenapa lagi kanda? Saya harus memberinya pelajaran karena Dia telah berani memanggil Kanda seperti itu. Dinda tidak terima Kanda” (MENGERATKAN TARIKANNYA).
  7. Pangeran Arya Ganteng Sadonyane Dewe :”Tunggu Dinda, tunggu…(BERDIRI, MENDEKAT DAN MENATAP KEDUANYA)”. Kenapa kalian sangat mirip? Boleh aku memegang tanganmu Nyonya? (MEMEGANG KEDUA TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”
  8. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Ya Kanda, tentu. Akulah Putri Ayu Sajagade Dewe, istrimu Kanda…”
  9. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dia bohong Kanda, akulah istrimu (SAMBIL MELEPAS TANGAN PANGERAN DAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE) Dasar Pembohong (MELOTOTI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”.
  10. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Tapi saya benar-benar Istrimu yang sesungguhnya Kanda. Kanda ingat apa yang sering Dinda ucapkan pada Kanda, “Kasihku selalu untukmu, jiwaku menyatu dengan jiwamu”, Kanda ingat itu Kanda…Kanda ingat? (MEYAKINKAN PANGERAN)”.
  11. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Sudah cukup, Kau sudah terlalu banyak bicara pembohong. Ayo ikut aku (MENARIK TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”.

ADEGAN 9
SAAT DAYANG RAYU TUR KEMAYU MENARIK TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN KASAR SEKETIKA ITU PULA TANGAN PUTRI MENGENAI KACA YANG BERADA DI ATAS MEJA KERJA PANGERAN. KACA ITU PUN TERJATUH DI LANTAI. DAYANG RAYU TUR KEMAYU TERKEJUT DAN MEMBALIKKAN BADANNYA MELIHAT KACA YANG TERJATUH ITU. DAN DAYANG  MENJERIT KETAKUTAN.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Aaaaaa…….tidaaak…..tolong singkirkan kaca-kaca itu dariku….cepat singkirkan!!!cepat…pengawal….(SAMBIL MENUTUP MUKANYA DENGAN KEDUA TANGANNYA)”.
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Dinda…ada apa denganmu Dinda….Dinda….(MENCOBA MEMBUKA KEDUA TANGAN DAYANG RAYU TUR KEMAYU) Haaa…(TERKEJUT) Siapa Kamu? Kau bukan istriku! Jadi selama ini kau telah menipuku!”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu : (PINGSAN)
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Dia adalah Dayang Rayu Tur Kemayu Kanda, dia Dayang kerajaan ini. Dia menyamar menjadi Dinda dan mengaku menjadi istri Kanda”.
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Benarkah itu? Pengawal! Cepat bawa dayang ini pergi dan usir di dari istana ini! Cepat!”.
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Apa sekarang Kanda mempercayaiku ”.
  7. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :” Sungguh aku tidak menyangka, semudah ini aku ditipu oleh seorang dayang istana. Ma’afkan Kanda tidak mengenalimu Dinda”.(MENDEKATI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)
  8. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Sudahlah Kanda, ini semua sudah berlalu, Dinda telah kembali untuk Kanda”.
  9. P. Ganteng Sadonyane Dewe &P.Deswati:”(BERPEGANGAN TANGAN) Kasihku selalu untukmu, Jiwaku menyatu dengan jiwamu”.

AKHIRNYA DAYANG RAYU TUR KEMAYU DIUSIR DARI ISTANA DENGAN TIDAK HORMAT AKIBAT DARI KEJAHATAN DAN KELICIKANNYA SELAMA INI. PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE DAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWEPUN KEMBALI HIDUP BAHAGIA DI KERAJAAN SENDANG AGUNG TENTREM ADHEM AYEM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar